Mungkin
ada yang bilang bahwa menulis itu susah, ada lagi yang mengatakan “mau mulai
dari mana”, gak punya bahan yang mau ditulis, dan masih banyak lagi
alasan-alasan yang lain. Tapi menurutku sendiri memang susah menulis itu, perlu
kontinuitas dalam menulis, tidak sekali dua kali tulisan itu langsung enak
untuk dibaca, namun yang perlu dipahami dalam hal ini adalah kemauan ingin
menulis yang langsung diimplementasikan dalam kertas ataupun media menulis
lainnya. Kalau hanya bilang menulis itu susah ya kita hanya akan sampai pada
tataran unek-unek atau gagasan. Ketika sudah punya gagasan tentang apapun
langsung saja tulis, sebab itu ibarat kita bilang bahwa kolam itu dalam tanpa
sebelumnya mencoba untuk menceburkan diri kedalamnya. So, jangan pernah takut hasil tulisan jelek,
lebih mending tulisan jelek dari pada tidak pernah mau mencoba untuk menulis, dari jelek itulah proses menuju baik sedang berjalan.
Misal
saja orang yang kaya akan gagasan tanpa mau mengaplikasikan , dalam hal ini tingkatan
paling sederhana adalah menulis, sama saja apabila kita mati maka gagasan itu
juga akan sama-sama terkubur dalam tanah. Berbeda kalau gagasan tersebut di
formalinkan dalam bentuk tulisan, walaupun kita sudah meninggal
berpuluh-puluh tahun yang lalu namun ide pikiran maupun karya kita masih bisa
dinikmati oleh orang-orang. Aku memang lebih suka menggunakan istilah
memformalin dari pada mencari padanan kata yang lain, sebab menurutku lebih
garang saja kalu menggunakan istilah memformalin, hehehe. Sebenarnya aku
mempunyai definisi sendiri tentang dunia tulis menulis, dan pastinya ada
kaitannya dengan formalin itu sendiri, ya nantilah saya jelaskan apa itu
menulis Untuk
coretan ini sebenarnya aku juga bingung mau menulis tentang apa, tapi balik
lagi kalau hanya bingung-bingung dan bingung justru tidak akan mulai-mulai menulis.
Tahu Imam Bukhori ? yap benar sekali yang menjawab bahwa dia adalah perawi
hadits. Sedikit cerita, katanya bahwa imam Bukhari itu lemah dalam
hal yang namanya menghafal, dia agak sulit untuk urusan yang satu ini. Namun
hebatnya beliau bisa mengganti kekurangannya ini dengan menulis, semua hadits yang
beliau ketahui ditulisnya dalam sebuah buku.
Walapun beliau sudah meninggal ratusan tahun yang lalu, namun karya tulisannya
bisa selamat tidak ikut terkubur, sebab tulisannya ini konkrit, berbeda apabila
beliau hanya menghafal tanpa ditulis, pasti lain ceritanya. Dan sekarang kita
tahu bahwa beliau termasuk perawi hadits yang termasyhur, apalagi karyanya yang
semua orang menyebutnya dengan SHOHIH BUKHORI sekarang menjadi pegangan maupun
literature bacaan bagi orang-orang yang mau mendalami dunia hadits. Itu satu contoh
bahwa menulis itu memang bisa memformalinkan gagasan dan juga nama penulisnya
ikut terformalinkan.
Sekarang
balik lagi tentang apa sih yang mau ditulis oleh cowok berzodiak Leo ini,
sebenarnya dalam lubuk hati ingin sekali bisa membuat novel, tapi sampaai saat
ini belum juga menemukan tema ataupun gambaran dari novel itu sendiri. Selain novel, tulisan yang berbau analisis
aku juga pingin banget bisa menuisnya. Tahu pak Zuhairi Misrawi ? belum juga
puya bayangan tentang sosok yang satu ini ? hem, pak Zuhairi ini orang NU, ok
kalau ngak tahu. Dia merupakan salah satu kader Nu yang aktif dalam
tulis-menulis, salah satu tulisannya yang bikin aku ngiler itu judulnya ISLAM
MODERAT. Analisisnya canggih bener, dipadu-padankan dengan faakta yang akurat,
jadilah sebuah buku yang berbobot. Sedangkan untuk novel aku suka
goresan-goresan penanya milik mbak Dee. Jangan bilang tidak tahu mbak Dee itu,
selain aktif dalam menelurkan ide-idenya dalam bentuk novel, dia juga cukup
terkenal dalam industry tarik suara. Sebab ketika masih menjadi istri dari
Marcell, dialah yang sering menciptakan lagu. Selain itu mbak Dee ini juga
sempat beberapa kali melantukan sendiri lagu ciptaannya, pastinya tidak asing
dengan lirik ini “malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya”. Untuk kalian
yang hobi mendengarkan musik pastilah tahu judul dari lagu ini, sebab aku bukannya
tidak mau memberi tahu, aku sendiri juga lupa dengan judul dari penggalan lirik
diatas. Buku yang sudah pernah aku baca dari karyanya mbak Dee ini ialah FILOSOFI KOPI,
MADRE (baru sebagian halaman yang sudah aku baca), tapi sebenarnya masih banyak
karya-karya dari mbak Dee ini, tapi biar penasaran baca sendiri saja. Selain
Dee aku juga suka sama novelnya Hanum Salsabila Rais, novelnya yang berjudul 99
Cahaya di Langit Eropa laris manis di pasaraan Indonesia, bahkan novel ini
sempat di filmkan pula. Kalau penulis luar aku suka sama O.Z.Livanelli, penulis
yang berasal dari Negaranya Mustafa Kemal Attaturk ini novel-novelnya sudah
banyak yang sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia
pastinya. Salah satu karyanya yang berjudul BLISS-Menanti senyum Tuhan di sudut
Istanbul, sudah katam saya baca.
Apabila
ditanya tentang novel ataupun karangan buku yang lain saat ini aku mungkin
belum bisa membuat, tapi jangan salah, semangat untuk membuat tulisan yang
bermanfaat bagi bangsa ini pastinya tetap membara. Mungkin coretan-coretan
tidak bermutulah yang saat ini bisa saya hasilkan, yang penting menulis dululah
sambil berjalan bisa diperbaiki disana-sini. Menulis bagi saya cukup menantang,
dibandingkan dengan main PES yang ujung-ujungnya sering sekali kalah dengan dibantai
oleh sahabat-sahabat PMII, menulis memberikan sensasi yang berbeda dari
kegiatan yang lain. Misal saja diri kita menulis novel, dengan seenaknya sendiri
kita bisa menjadi seseorang yang seratus delapan puluh koma Sembilan puluh
Sembilan persen berbeda dari diri kita yang sebenarnya. Mungkin di dunia nyata
wajah kita kita ataupun fisik kita tak sekeren Aaron Ramsey ( ngapunten nggih
kula iku fansipun Arsenal) ataupun Dimas Anggara, tapi kalau kita menulis novel
bisa saja diri kita digambarkan dengan sesosok yang cool, di idolakan banyak
cewek, jago main gitar atau justru sebaliknya. Itulah dunia menulis yang sarat
dengan ruang-ruang untuk mengekspresikan
diri terkhusus novel. So, doakan saja semoga di kamar anda semua terdapat koleksi novel karya cowok yang ingin bisa
liburan ke Raja Ampat selain tentunya sebagai seorang muslim ingin juga bisa
mengunjungi KA’bah Al-Mukarramah bersama dengan keluarga tercinta.
Disamping
sebagai media ekspresi, menulis juga bisa menjadi sarana untuk mempengaruhi
orang lain (ini lingkup kecil, lingkup besarnya dunia pastinya). Jelaslah
pastinya, tahu KARL MARX ? hem, dia itu merupakan oarng yang pertama mempunyai
gagasan tentang teori SOSIALIS. Didalam teorinya ini dia mempunyai banyak
gagasan mengenai kehidupan ini, mulai dari ekonomi, pendidikan, pemerintahan
dan banyak lagi, oleh karena gagasannya terformalinkan didalam sebuah tulisan
dan sudah banyak yang membaca, maka teorinya itu sudah masuk kedalam pikiran
banyak orang.
