Selasa, 04 November 2014

Negeri sarang Laba-laba


            Sebagai salah satu bagian dari keluarga athropoda, hewan yang menjadi ikon dari film Spiderman ini memiliki keunikan tersendiri. Ya, mungkin diantara kalian sudah pada tahu  apa keunikan dari hewan yang satu ini. Kemampuan untuk memproduksi sekaligus digunakan untuk proteksi diri dari serangan para predatornya,  biasa disebut dengan jaring laba-laba. Selain dipakai untuk melindungi dirinya dari serangan para predator, jaring ini digunakan juga untuk menjebaak para mangsanya, yang sebagaian besar berupa  serangga bertubuh kecil. Ketika jaring ini dilewati oleh jenis serangga kecil seperti kupu-kupu ataupun jangkrik, maka tamatlah sudah riwayat hidupnya. Namun hal ini sama sekali tidak berlaku apabila yang lewat adalah burung, jangankan terperangkap, jaringnya tidak rusak saja itu sudah hal yang luar biasa, seringnya jaring akan rusak sebab tidak kuat menahan laju dari burung.
            Hal diatas mirip sekali denagn hukum yang berlaku di negeri yang kita cintai ini, ketika di televis disiarkan seorang nenek tua dipergoki mencuri sebutir buah kakao yang sebenarnya sudah jatuh dari pohonnya, tanpa pandang bulu pihak yang beerwajib mau-maunya memproses kasus ini sampai kemeja hijau, dalam konteks ini saya bukan berarti mensahihkan tindakan dari sang nenek, namun hendaknya dalam kaus seperti itu skala kebijaksanaan haruslah menjadi landasan utama untuk meengambil kepustusan hukum dari perbuatan yang telah dilakukan oleh sang nenek. Berapa harga sebuah biji kakao dibandingkan dengan hukuman yang ditimpakan kepada sang nenek  ? sudah barang tentu kalian semua pasti tidak sepakat dengan vonis hukuman penjara yang ditimpakan kepada sang nenek.
            Beda ceritanya ketika yang menerjang sarang laba-laba itu adalah seorang yang berduit ataupun pejabat pemerintahan, membayangkan bahwa sarang laba-laba akan hancur saja sedikitpun tidak terlintas dibenak ini, justru yang terjadi adalah burung  terbang dengan santai tanpa rasa bersalah melanjutkan perjalanannya. Ya benar sekali, nasib sarang laba-laba tadi sudah barang tentu rusak tertabrak burung yang lewat.
            Pasti ingatan kita semua masih segar dengan kasus Artalita Suryani yang tersadung kasus suap terhadap jaksa urip, pengadilan memang berhasil menjebloskannya kedalam jeruji besi, namun apa yang terjadi dengan Artalyta ketika berada didalam penjara ? berdesak-desakan dengan napi lain didalam sel yang sempit ? tubuh yang tidak lagi terurus atau mungkin bayangan suram lain seperti napi-napi pada umumnya ? jangankan berdesak-desakan, satu sel ternyata hanya dihuni oleh seorang Artalyta, ditambah kamar barunya itu dilengkapi dengan ruang karaoke, Kasur yang nyaman dan juga televisi, yang intinya sama sekali tidak mnyiratkan sebuah sel penjara, justru yang nampak adalah sekelas kamar bintang lima.

            Baik sang nenek maupun artalyta sebenarnya sama-samaa warga Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlakuan sama dihadapan hukum , namun sang nenek ibarat kupu-kupu yang menabrak sarang labaa-laba, tanpa daya dan upaya terjebak bahkan menjadi santapan empuk bagi laba-laba. Lain halnya dengan artalyta yang bisa dianalogikan sebagai burung, walaupun didepannya ada sarang laba-laba, namun dengan kekutan yang dimilikinya dia bisa melewati sarang tersebut. Hukum dinegeri ini memang sering kali dikebiri oleh orang-orang seperti Artalyta, pemerintah yang seharusnya bisa terlihat berwibawa didepan rakyatnya sendiri, justru nampak hina dan mlempem. Maka jangan heran ketika negeri sekecil Singapura atau tetangga kita yang rewel, Malaysia, sering secara terang-teerangan menginjak-injak harkat dan martabat bumi pertiwi. 

Jumat, 12 September 2014


Berbicara merupakan kegiatan yang telah dilakukan oleh manusia sejak zaman dahulu bahkan sejak pertama kali manusia pertama diturunkan dibumi ini, dari kegiatan berbicara juga yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Walaupun secara lahiriah manusia sudah dibekali kemampuan berbicra, namun tidak semua bisa menggunakannya dengan baik dan benar kemampuain ini, sebab diperlukan pembelajaran agar kemampuan ini bisa digunakan secara maksimal.
            Banyak orang yang memiliki gagasan ataupun ide hebat, namun mereka ini sulit untuk bisa mengungkapkannya, terlebih ketika harus menjelaskannya didepan orang banyak.  Dalam hal ini kecakapan berbicra setiap individu diperlukan agar ide atau gagasan tersebut bisa dengan jelas dan mudah dipahami oleh semua orang, maka diperlukan sebuah ilmu yang bisa menunjang kegiatan berbicara terlebih berbicara didepan umum.
            Retorika, sebuah ilmu bertutur yang oleh salah satu ahli yaitu Hendrikus diartikan sebagai seni berbicara baik, yang dipergunakan didalam berkomunikasi antar manusia. Beberapa orang didalam masyrakat perlu untuk mendalami ilmu yang satu ini, seperti seorang pemimpin. Ya, pemimpin apapun didalam sebuah masyarakat haruslah mempunyai kecakapan didalam bertutur, sebab untuk mengatur sebuah masyarakaat diperlukan kemampuan bertutur yang bersifat  persuasif  tanpa masyarakatnya sendiri  merasa dipaksa.

            Banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika mendalami disiplin ilmu yang satu ini,  terkhusus ketika berada ditengah-tengah masyarakat, sebab akan mudah sekali timbul sebuah masalah  ketika  gagasan ataupun ide kita salah diartikan oleh masyarakat.Maka diperlukan sebuah kemampuan berbicara yang bagus agar yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat bisa dipahami dan diterima dengan baik, dan semua itu akan bermuara pada terjalinnya sebuah hubungan yang harmonis didalam sebuah  masyarakat. 

         MICARA


             Berbicara merupakan kegiatan yang telah dilakukan oleh manusia sejak zaman dahulu bahkan sejak pertama kali manusia pertama diturunkan dibumi ini, dari kegiatan berbicara juga yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Walaupun secara lahiriah manusia sudah dibekali kemampuan berbicra, namun tidak semua bisa menggunakannya dengan baik dan benar kemampuain ini, sebab diperlukan pembelajaran agar kemampuan ini bisa digunakan secara maksimal.
            Banyak orang yang memiliki gagasan ataupun ide hebat, namun mereka ini sulit untuk bisa mengungkapkannya, terlebih ketika harus menjelaskannya didepan orang banyak.  Dalam hal ini kecakapan berbicra setiap individu diperlukan agar ide atau gagasan tersebut bisa dengan jelas dan mudah dipahami oleh semua orang, maka diperlukan sebuah ilmu yang bisa menunjang kegiatan berbicara terlebih berbicara didepan umum.
            Retorika, sebuah ilmu bertutur yang oleh salah satu ahli yaitu Hendrikus diartikan sebagai seni berbicara baik, yang dipergunakan didalam berkomunikasi antar manusia. Beberapa orang didalam masyrakat perlu untuk mendalami ilmu yang satu ini, seperti seorang pemimpin. Ya, pemimpin apapun didalam sebuah masyarakat haruslah mempunyai kecakapan didalam bertutur, sebab untuk mengatur sebuah masyarakaat diperlukan kemampuan bertutur yang bersifat  persuasif  tanpa masyarakatnya sendiri  merasa dipaksa.

            Banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika mendalami disiplin ilmu yang satu ini,  terkhusus ketika berada ditengah-tengah masyarakat, sebab akan mudah sekali timbul sebuah masalah  ketika  gagasan ataupun ide kita salah diartikan oleh masyarakat.Maka diperlukan sebuah kemampuan berbicara yang bagus agar yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat bisa dipahami dan diterima dengan baik, dan semua itu akan bermuara pada terjalinnya sebuah hubungan yang harmonis didalam sebuah  masyarakat. 

Senin, 05 Mei 2014

solo ngangeni


BUKAN SEKOLAH PENCETAK PREMAN
            Benang kusut dunia pendidikan di negeri ini belum juga bisa terurai, ibu pertiwi masih harus menyeka air mata dengan kesedihan. Renggo Khadaafi siswa kelas lima SD Negeri 09 Makassar, Jakarta timur harus meregang nyawa ditangan para seniornya. Masalahnya sepele, hanya gara-gara menumpahkan es seharga Rp 1000 tanpa sengaja, Renggo harus membayar mahal dengan membarter nyawanya. Keluarga dari korban menjerit, apa yang sebenarnya terjadi dengan Renggo di sekolahan, rasa aman yang harusnya didapat oleh siswa justru berbalik menjadi bomerang.
            Kasus ini mengingatkan kembali  dengan beberapa catatan hitam dunia pendidikan di negeri ini, sebelumya penganiayaan senior kepadaa juniornya juga terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelaayaran Cilincing, Jakarta Utara. Dimas Dikita Handoko (19) tewas ditangan seniornya setelah di hajar di kamar kos seniornya . Motif kekerasan kali ini juga sepele, menurut para pelaku, korban tidak hormat kepada para seniornya.
            Kasus-kasus seperti ini mungkin akan kembali terulang apabila pemerintah dalam hal  ini kemendikbud tidak segera bertindak, pasalnya, jiwa premanisme masih mengakar pada diri beberpa siswa di negeri ini, hal itu mengakibatkan setiap pengambilan penyelesaian selalu mengutamakan jalan kekerasan. Senioritas masih diartikan sebagai penghormatan mutlak seorang junior kepada seniornya.
            Harus ada tindakan tegas dari mendikbud kepada setiap pelaku kekerasan didalam lingkungan sekolahan, sebab apabila hal itu dibiarkan terus menerus  maka akan menjadi lingkaraan setan yang tidak adaa ujung penyelesainnya. Sanksi kepada sekolahan yang terkait dengan kekerasan dalam bentuk pencabutaan izin, ataupun penutupan sementara mungkin bisa menjadi solusi alternatif untuk diterapkan. Kepada siswa yang benar terbukti melakukan tindak kekerasan, harus diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut, pemberian sanksi berupa pengeluaran dari sekolah juga bisa dilakukan.
            Namun yang paling penting dalam kasus seperti ini ialah usaha maupun pendekatan preventif, sanksi yang telah disebutkan diatas tadi akan sia-sia belaka apabila kasus kekerasan kedepannya masih saja terjadi. Oleh karena itu pihak sekolah seyogyanya memberikan pemahaman kepada paraa siswanya bahwa senioritas bukanlah suatu bentuk jabatan  legal untuk melakukan kekerasan kepada para juniornya, namun senioritaas merupakan bentuk hormat seorang junior kepada seniornya, hal itu berimbas pula kepadaa senior yang harus menyayangi dan mengayomi para juniornya. Peran sekolah dan instrumen pendukung lainnya mutlak diperlukan untuk membangun ilkim pendidikan yang lebih berorientasi pada pencetakan siswa yang cerdas, berkarakter dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa ini. Sekali lagi institusi sekolah bukanlah ajang untk mencetak para kawula muda berjiwa preman.

Selasa, 15 April 2014

bukan kompas, blog pun jadi

BM ku sayang BM ku malang
Sudah sekian kalinya beasiswa bidikmisi(bm) mengalami keterlambatan turunnya. Untuk tahun ini saja di kampusku yang sudah memulai perkuliahan dari tanggal 15 Februari 2014, baru turun bidikmisi tersebut tanggal 27 Maret 2014. Jadi, kira-kira keterlambatan tersebut  sekitar satu setengah bulan dari hari pertama masuk kuliah. Bahkan pada tahun pertama masuk kuliah, keterlambatan  bisa sampai 5 bulan.
Padahal, kebanyakan penerima bidikmisi adalah para mahasiswa dari keluarga golongan ekonomi menengah kebawah. Dengan seringnya terjadi keterlambaatan tersebut mau tidak mau para penerima beasiswa harus mencari alternatif lain untuk biaya hidup selama bm itu belum turun. Kebanyakan dari mereka termasuk aku sendiri, meminta kiriman dari orang tua untuk membiayai segala keperluaan kuliah sebelum bm turun.
Walaupun bm itu tergolong beasiswa yang sudah tentunya gratis, tapi bukan berarti pemerintah bisa seenaknya sendiri dalaam proses pencairannya. Disini banyak mahasiswa kurang mampu yang menggantungkan hidupnya dari bm.

Rabu, 09 April 2014



Pesta Demokrasi
Hari itu Senin 9 April 2014, pesta lima tahunan untuk memilih para wakil rakyat, baik tingkat daerah, propinsi, maupun pusat tengah berlangsung. Gegap gempita warga memang nampak dari beberapa TPS yang dihias semenarik mungkin untuk menarik para warga agar menggunakan hak suranya . Apalagi tahun ini juga bertepatan dengan pesta akbar piala dunia yang akan dihelat di negara samba, Brazil. Jadi banyak dari beberapa TPS yang dihias dengan atribut negara kontestan piala dunia.
Tahun ini ada 12 partai yang bertempur untuk memperebutkan suara rakyat Indonesia, berbagai hal dilakukan oleh beberapa parpol untuk menarik simpati dari masyarakat. Bagi parpol yang berkantong tebal, media televisi menjadi salah satu dari berbai sarana kampanye yang dipilih, mengingat banyaknya warga di negeri ini yang demen menonton TV. Selain itu tentunya lebih efektif, sebab tanpa perlu kampanye dengan teriak-teriak di lapangan, yang belum pasti banyak warga yang datang. Masih ingat pastinya dengan beberapa parpol yan sering nongol di TV, sebut saja Golkar dengan jargon andalannya “ padi sudah menguning sampai kepelosok desa….”, atau NASDEM dengan “gerakan perubahan”, tidak ketinggalan partai Demokrat dengan  SBY sebagai bintang iklannya dan jargon andalannya “ coblos nomor tujuh partai Demokrat”. Semua itu dilakukan untuk menarik simapati dari masyarakat. Berbagai media konvensionalpun masih juga digunakan, seperti memasang spanduk, baliho, mmt, ataupun selebaran . Sosialisasi lewat media-media tersebut memang mutlak dilakukan, sebab dari situlah masyarakat akan tahu siapa saja calon-calon yang nantinya akan mereka pilih.
Hajatan besar ini cukup menyita perhatian beberapa kalangan, mulai dari insan media, pejabat, maupun rakyat itu sendiri. Dari satu menit berada didalam bilik suara itulah, nantinya nasib rakyat Indonesia dipertaruhkan untuk lima tahun  kedepan, jadi sudah barang tentu rakyat akan selektif sekali untuk memeberikan suaranya. Jangan sampai rakyat hanya menjadi batu loncatan bagi beberapa caleg agar bisa duduk enak di tempat yang serba  nyaman. Dari para caleg inilah, aspirasi rakyat diemban, namun perlu diingat, bahwa tidak cukup hanya dengan mengemban aspirasi, yang paling penting adalah tindak lanjut dari aspirasi tersebut.
Beberapa dari parpol bahkan sudah mempunyai gambaran tentang calon presiden yang nantinya akan diusung, ambil contoh PDIP dengan bangganya mengusung Jokowi, Prabowo siap untuk diorbitkan melalui partai Geerindra, atau partai yang dahulu pernah Berjaya diera orde baru dengan ARB sebagai capresnya. Yang sedikit menggelitik adalah PKB, Muhaimin Iskandar selaku ketua umum, dengan berani mencalonkan sang raja dangdut Rhoma Irama, entah apa yang ada dibenak ketum PKB ini sehingga mecalonkan Rhoma Irama. Sudah menjadi rahasia umum kalau raja dangdut ini sama sekali tidak mempunyai latar belakang sebagai politikus, ditambah lagi dengan aksi poligaminya beberapa tahun silam yang cukup membuat para penggemarnya menjadi berang. Namun hal itu pastinya sudah ada hitung-hitungannya dari para pengurus partai berlambangkan bumi ini.
Skenario diatas bisa saja menjadi berantakan jika saja pada pileg kali ini para parpol yang sudah menetukan capresnya tidak bisa mendapatkan total suara minimal 20%, kalau hal itu terjadi maka koalisilah yang menjadi jalan kedua dengan konsekuensi para parpol tersebut belum tentu bisa mencalonkan capres sesuai skenario awal. Namun para parpol ini  pastinya tidak akan tinggal diam, mesin-mesin politik sudah barang tentu dipersiapkan sampai kepelosok desa agar target 20% suara   bisa terwujud.
PDIP sebagia salah satu parpol yang sudah terang-terangan menunjuk Jokowi sebagai kandidat capresnya, akan berjuang mati-matian supaya pileg kali ini bisa meraup suara minimal 20%, agar jalan Jokowo untuk maju sebagai capres tahun ini bisa berjalan dengan lancar. Ketum PDIP yang juga anak dari presiden pertama dinegeri ini, yaitu Megawati Soekaro Putri sangat mengerti dengan kedaan yang ada sekarang . Berbagai hasil surfei yang menempatkan Jokowi dinomor urutan satu sebagai capres yang paling diinginkan oleh rakyat menjadi momentum yang tidak akan di lewatkan oleh parpol bergambar moncong putih. Di sisi lain, ada beberapa masyarakat yang masih menyangsikan kinerja dari Jokowi, sebab menurut mereka terlalu dini untuk menilai bahwa Jokowi merupakan sosok yang tepat untuk menjadi solusi akan  krisis pemimpin di negeri tercinta ini, bagi mereka yang kuraang setuju dengan pencalonan Jokowi sebagai pilpres, menurutnya lebih baik Jokowi menyelesaiakan amantanya terlebih dahulu  sebagai gubernur Jakarta sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa Jokowi tidak hanya jago dikandang(Solo).
Menarik memang mengikuti perkembangan dua perhelatan besar di negeri ini, baik pileg maupun pilpres nantinya masyarakatlah yang akan terkena imbasnya langsung. Oleh karena itu seyogyanya orientasi perang pileg maupun pilpres dijadikan sebagai ajang untuk mencari dan menyaring pemimpin yang benar-benar berintegritas dan bisa membawa negeri ini kearah sila ke-lima dari butir pancasila yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Senin, 24 Maret 2014


Simbol


Manusia  merupakan animal symbolism(hewan yang bersimbol), ketika seseorang ingin menyuruh untuk tenang terkadang hanya memberi tanda dengan jari telunjuk yang di letakkan di depan mulut. Itu membuktikan bahwa manusia memang makhluk yang bersimbol, seperti halnya lampu merah, kuning, dan hijau yang ada di jalan raya, itu juga bagian dari simbol. Ketika lampu merah,  brarti tanda untuk berhenti, sedangkan hewan sah-sah saja untuk menerobos tanda tersebut, karena memang hakikatnya hewan tidak dan bukan animal symbolism. Lain halnya dengan manusia, ketika di jalan raya ada seorang pengendara yang menerobos lampu merah maka sama halnya dengan seekor hewan. Simbol sendiri merupakan bagian tertinggi dari sesuatu yang sudah ada, seperti ketika ingin menyuruh seseorang untuk mengambilkan sebuah benda yang digunakan untuk duduk, maka dengan ucapan KURSI, maka seseorang yang mendengar sudah mengerti benda apa yang di maksud. Di kehidupan ini tidak terlepas dengan yang namanya simbol, lihat saja di sekeliling kita penuh dengan simbol.

Minggu, 16 Maret 2014

coba Gurit


Aku lan Kowe

Aku bisa basa Jawa Kuna

Uga bisa basane para pujangga

basa kang bisa gawe kowe tresna

Tresna kang kaya Rama-Shinta

Namung saiki sliramu adoh saka mata

                                          Yo wis ben, tak trima kahanan iki
                                      
                                          Mung sing tak jaluk siji

                                          Dadya widadari ing uripku iki
                   

Kamis, 27 Februari 2014

Coret-coret



Mungkin ada yang bilang bahwa menulis itu susah, ada lagi yang mengatakan “mau mulai dari mana”, gak punya bahan yang mau ditulis, dan masih banyak lagi alasan-alasan yang lain. Tapi menurutku sendiri memang susah menulis itu, perlu kontinuitas dalam menulis, tidak sekali dua kali tulisan itu langsung enak untuk dibaca, namun yang perlu dipahami dalam hal ini adalah kemauan ingin menulis yang langsung diimplementasikan dalam kertas ataupun media menulis lainnya. Kalau hanya bilang menulis itu susah ya kita hanya akan sampai pada tataran unek-unek atau gagasan. Ketika sudah punya gagasan tentang apapun langsung saja tulis, sebab itu ibarat kita bilang bahwa kolam itu dalam tanpa sebelumnya mencoba untuk menceburkan diri kedalamnya.  So, jangan pernah takut hasil tulisan jelek, lebih mending tulisan jelek dari pada tidak pernah mau mencoba untuk menulis, dari jelek itulah proses menuju baik sedang berjalan.
Misal saja orang yang kaya akan gagasan tanpa mau mengaplikasikan , dalam hal ini tingkatan paling sederhana adalah menulis, sama saja apabila kita mati maka gagasan itu juga akan sama-sama terkubur dalam tanah. Berbeda kalau gagasan tersebut di formalinkan dalam bentuk tulisan,  walaupun kita sudah meninggal berpuluh-puluh tahun yang lalu namun ide pikiran maupun karya kita masih bisa dinikmati oleh orang-orang. Aku memang lebih suka menggunakan istilah memformalin dari pada mencari padanan kata yang lain, sebab menurutku lebih garang saja kalu menggunakan istilah memformalin, hehehe. Sebenarnya aku mempunyai definisi sendiri tentang dunia tulis menulis, dan pastinya ada kaitannya dengan formalin itu sendiri, ya nantilah saya jelaskan apa itu menulis Untuk coretan ini sebenarnya aku juga bingung mau menulis tentang apa, tapi balik lagi kalau hanya bingung-bingung dan bingung justru tidak akan mulai-mulai menulis. Tahu Imam Bukhori ? yap benar sekali yang menjawab bahwa dia adalah perawi hadits. Sedikit cerita, katanya  bahwa imam Bukhari itu lemah dalam hal yang namanya menghafal, dia agak sulit untuk urusan yang satu ini. Namun hebatnya beliau bisa mengganti kekurangannya ini dengan menulis, semua hadits yang beliau ketahui ditulisnya dalam sebuah buku.  Walapun beliau sudah meninggal ratusan tahun yang lalu, namun karya tulisannya bisa selamat tidak ikut terkubur, sebab tulisannya ini konkrit, berbeda apabila beliau hanya menghafal tanpa ditulis, pasti lain ceritanya. Dan sekarang kita tahu bahwa beliau termasuk perawi hadits yang termasyhur, apalagi karyanya yang semua orang menyebutnya dengan SHOHIH BUKHORI sekarang menjadi pegangan maupun literature bacaan bagi orang-orang yang mau mendalami dunia hadits. Itu satu contoh bahwa menulis itu memang bisa memformalinkan gagasan dan juga nama penulisnya ikut terformalinkan.
Sekarang balik lagi tentang apa sih yang mau ditulis oleh cowok berzodiak Leo ini, sebenarnya dalam lubuk hati ingin sekali bisa membuat novel, tapi sampaai saat ini belum juga menemukan tema ataupun gambaran dari novel itu sendiri.  Selain novel, tulisan yang berbau analisis aku juga pingin banget bisa menuisnya. Tahu pak Zuhairi Misrawi ? belum juga puya bayangan tentang sosok yang satu ini ? hem, pak Zuhairi ini orang NU, ok kalau ngak tahu. Dia merupakan salah satu kader Nu yang aktif dalam tulis-menulis, salah satu tulisannya yang bikin aku ngiler itu judulnya ISLAM MODERAT. Analisisnya canggih bener, dipadu-padankan dengan faakta yang akurat, jadilah sebuah buku yang berbobot. Sedangkan untuk novel aku suka goresan-goresan penanya milik mbak Dee. Jangan bilang tidak tahu mbak Dee itu, selain aktif dalam menelurkan ide-idenya dalam bentuk novel, dia juga cukup terkenal dalam industry tarik suara. Sebab ketika masih menjadi istri dari Marcell, dialah yang sering menciptakan lagu. Selain itu mbak Dee ini juga sempat beberapa kali melantukan sendiri lagu ciptaannya, pastinya tidak asing dengan lirik ini “malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya”. Untuk kalian yang hobi mendengarkan musik pastilah tahu judul dari lagu ini, sebab aku bukannya tidak mau memberi tahu, aku sendiri juga lupa dengan judul dari penggalan lirik diatas.  Buku yang sudah pernah aku baca dari karyanya mbak Dee ini ialah FILOSOFI KOPI, MADRE (baru sebagian halaman yang sudah aku baca), tapi sebenarnya masih banyak karya-karya dari mbak Dee ini, tapi biar penasaran baca sendiri saja. Selain Dee aku juga suka sama novelnya Hanum Salsabila Rais, novelnya yang berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa laris manis di pasaraan Indonesia, bahkan novel ini sempat di filmkan pula. Kalau penulis luar aku suka sama O.Z.Livanelli, penulis yang berasal dari Negaranya Mustafa Kemal Attaturk ini novel-novelnya sudah banyak yang sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia pastinya. Salah satu karyanya yang berjudul BLISS-Menanti senyum Tuhan di sudut Istanbul, sudah katam saya baca.
Apabila ditanya tentang novel ataupun karangan buku yang lain saat ini aku mungkin belum bisa membuat, tapi jangan salah, semangat untuk membuat tulisan yang bermanfaat bagi bangsa ini pastinya tetap membara. Mungkin coretan-coretan tidak bermutulah yang saat ini bisa saya hasilkan, yang penting menulis dululah sambil berjalan bisa diperbaiki disana-sini. Menulis bagi saya cukup menantang, dibandingkan dengan main PES yang ujung-ujungnya sering sekali kalah dengan dibantai oleh sahabat-sahabat PMII, menulis memberikan sensasi yang berbeda dari kegiatan yang lain. Misal saja diri kita menulis novel, dengan seenaknya sendiri kita bisa menjadi seseorang yang seratus delapan puluh koma Sembilan puluh Sembilan persen berbeda dari diri kita yang sebenarnya. Mungkin di dunia nyata wajah kita kita ataupun fisik kita tak sekeren Aaron Ramsey ( ngapunten nggih kula iku fansipun Arsenal) ataupun Dimas Anggara, tapi kalau kita menulis novel bisa saja diri kita digambarkan dengan sesosok yang cool, di idolakan banyak cewek, jago main gitar atau justru sebaliknya. Itulah dunia menulis yang sarat dengan  ruang-ruang untuk mengekspresikan diri terkhusus novel. So, doakan saja semoga di kamar anda semua terdapat  koleksi novel karya cowok yang ingin bisa liburan ke Raja Ampat selain tentunya sebagai seorang muslim ingin juga bisa mengunjungi KA’bah Al-Mukarramah bersama dengan keluarga tercinta.
Disamping sebagai media ekspresi, menulis juga bisa menjadi sarana untuk mempengaruhi orang lain (ini lingkup kecil, lingkup besarnya dunia pastinya). Jelaslah pastinya, tahu KARL MARX ? hem, dia itu merupakan oarng yang pertama mempunyai gagasan tentang teori SOSIALIS. Didalam teorinya ini dia mempunyai banyak gagasan mengenai kehidupan ini, mulai dari ekonomi, pendidikan, pemerintahan dan banyak lagi, oleh karena gagasannya terformalinkan didalam sebuah tulisan dan sudah banyak yang membaca, maka teorinya itu sudah masuk kedalam pikiran banyak orang.