Kamis, 27 Februari 2014

Coret-coret



Mungkin ada yang bilang bahwa menulis itu susah, ada lagi yang mengatakan “mau mulai dari mana”, gak punya bahan yang mau ditulis, dan masih banyak lagi alasan-alasan yang lain. Tapi menurutku sendiri memang susah menulis itu, perlu kontinuitas dalam menulis, tidak sekali dua kali tulisan itu langsung enak untuk dibaca, namun yang perlu dipahami dalam hal ini adalah kemauan ingin menulis yang langsung diimplementasikan dalam kertas ataupun media menulis lainnya. Kalau hanya bilang menulis itu susah ya kita hanya akan sampai pada tataran unek-unek atau gagasan. Ketika sudah punya gagasan tentang apapun langsung saja tulis, sebab itu ibarat kita bilang bahwa kolam itu dalam tanpa sebelumnya mencoba untuk menceburkan diri kedalamnya.  So, jangan pernah takut hasil tulisan jelek, lebih mending tulisan jelek dari pada tidak pernah mau mencoba untuk menulis, dari jelek itulah proses menuju baik sedang berjalan.
Misal saja orang yang kaya akan gagasan tanpa mau mengaplikasikan , dalam hal ini tingkatan paling sederhana adalah menulis, sama saja apabila kita mati maka gagasan itu juga akan sama-sama terkubur dalam tanah. Berbeda kalau gagasan tersebut di formalinkan dalam bentuk tulisan,  walaupun kita sudah meninggal berpuluh-puluh tahun yang lalu namun ide pikiran maupun karya kita masih bisa dinikmati oleh orang-orang. Aku memang lebih suka menggunakan istilah memformalin dari pada mencari padanan kata yang lain, sebab menurutku lebih garang saja kalu menggunakan istilah memformalin, hehehe. Sebenarnya aku mempunyai definisi sendiri tentang dunia tulis menulis, dan pastinya ada kaitannya dengan formalin itu sendiri, ya nantilah saya jelaskan apa itu menulis Untuk coretan ini sebenarnya aku juga bingung mau menulis tentang apa, tapi balik lagi kalau hanya bingung-bingung dan bingung justru tidak akan mulai-mulai menulis. Tahu Imam Bukhori ? yap benar sekali yang menjawab bahwa dia adalah perawi hadits. Sedikit cerita, katanya  bahwa imam Bukhari itu lemah dalam hal yang namanya menghafal, dia agak sulit untuk urusan yang satu ini. Namun hebatnya beliau bisa mengganti kekurangannya ini dengan menulis, semua hadits yang beliau ketahui ditulisnya dalam sebuah buku.  Walapun beliau sudah meninggal ratusan tahun yang lalu, namun karya tulisannya bisa selamat tidak ikut terkubur, sebab tulisannya ini konkrit, berbeda apabila beliau hanya menghafal tanpa ditulis, pasti lain ceritanya. Dan sekarang kita tahu bahwa beliau termasuk perawi hadits yang termasyhur, apalagi karyanya yang semua orang menyebutnya dengan SHOHIH BUKHORI sekarang menjadi pegangan maupun literature bacaan bagi orang-orang yang mau mendalami dunia hadits. Itu satu contoh bahwa menulis itu memang bisa memformalinkan gagasan dan juga nama penulisnya ikut terformalinkan.
Sekarang balik lagi tentang apa sih yang mau ditulis oleh cowok berzodiak Leo ini, sebenarnya dalam lubuk hati ingin sekali bisa membuat novel, tapi sampaai saat ini belum juga menemukan tema ataupun gambaran dari novel itu sendiri.  Selain novel, tulisan yang berbau analisis aku juga pingin banget bisa menuisnya. Tahu pak Zuhairi Misrawi ? belum juga puya bayangan tentang sosok yang satu ini ? hem, pak Zuhairi ini orang NU, ok kalau ngak tahu. Dia merupakan salah satu kader Nu yang aktif dalam tulis-menulis, salah satu tulisannya yang bikin aku ngiler itu judulnya ISLAM MODERAT. Analisisnya canggih bener, dipadu-padankan dengan faakta yang akurat, jadilah sebuah buku yang berbobot. Sedangkan untuk novel aku suka goresan-goresan penanya milik mbak Dee. Jangan bilang tidak tahu mbak Dee itu, selain aktif dalam menelurkan ide-idenya dalam bentuk novel, dia juga cukup terkenal dalam industry tarik suara. Sebab ketika masih menjadi istri dari Marcell, dialah yang sering menciptakan lagu. Selain itu mbak Dee ini juga sempat beberapa kali melantukan sendiri lagu ciptaannya, pastinya tidak asing dengan lirik ini “malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya”. Untuk kalian yang hobi mendengarkan musik pastilah tahu judul dari lagu ini, sebab aku bukannya tidak mau memberi tahu, aku sendiri juga lupa dengan judul dari penggalan lirik diatas.  Buku yang sudah pernah aku baca dari karyanya mbak Dee ini ialah FILOSOFI KOPI, MADRE (baru sebagian halaman yang sudah aku baca), tapi sebenarnya masih banyak karya-karya dari mbak Dee ini, tapi biar penasaran baca sendiri saja. Selain Dee aku juga suka sama novelnya Hanum Salsabila Rais, novelnya yang berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa laris manis di pasaraan Indonesia, bahkan novel ini sempat di filmkan pula. Kalau penulis luar aku suka sama O.Z.Livanelli, penulis yang berasal dari Negaranya Mustafa Kemal Attaturk ini novel-novelnya sudah banyak yang sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia pastinya. Salah satu karyanya yang berjudul BLISS-Menanti senyum Tuhan di sudut Istanbul, sudah katam saya baca.
Apabila ditanya tentang novel ataupun karangan buku yang lain saat ini aku mungkin belum bisa membuat, tapi jangan salah, semangat untuk membuat tulisan yang bermanfaat bagi bangsa ini pastinya tetap membara. Mungkin coretan-coretan tidak bermutulah yang saat ini bisa saya hasilkan, yang penting menulis dululah sambil berjalan bisa diperbaiki disana-sini. Menulis bagi saya cukup menantang, dibandingkan dengan main PES yang ujung-ujungnya sering sekali kalah dengan dibantai oleh sahabat-sahabat PMII, menulis memberikan sensasi yang berbeda dari kegiatan yang lain. Misal saja diri kita menulis novel, dengan seenaknya sendiri kita bisa menjadi seseorang yang seratus delapan puluh koma Sembilan puluh Sembilan persen berbeda dari diri kita yang sebenarnya. Mungkin di dunia nyata wajah kita kita ataupun fisik kita tak sekeren Aaron Ramsey ( ngapunten nggih kula iku fansipun Arsenal) ataupun Dimas Anggara, tapi kalau kita menulis novel bisa saja diri kita digambarkan dengan sesosok yang cool, di idolakan banyak cewek, jago main gitar atau justru sebaliknya. Itulah dunia menulis yang sarat dengan  ruang-ruang untuk mengekspresikan diri terkhusus novel. So, doakan saja semoga di kamar anda semua terdapat  koleksi novel karya cowok yang ingin bisa liburan ke Raja Ampat selain tentunya sebagai seorang muslim ingin juga bisa mengunjungi KA’bah Al-Mukarramah bersama dengan keluarga tercinta.
Disamping sebagai media ekspresi, menulis juga bisa menjadi sarana untuk mempengaruhi orang lain (ini lingkup kecil, lingkup besarnya dunia pastinya). Jelaslah pastinya, tahu KARL MARX ? hem, dia itu merupakan oarng yang pertama mempunyai gagasan tentang teori SOSIALIS. Didalam teorinya ini dia mempunyai banyak gagasan mengenai kehidupan ini, mulai dari ekonomi, pendidikan, pemerintahan dan banyak lagi, oleh karena gagasannya terformalinkan didalam sebuah tulisan dan sudah banyak yang membaca, maka teorinya itu sudah masuk kedalam pikiran banyak orang.

3 komentar:

  1. Keren Dat, cuma beberapa, tapi cukup memperindah gaya penulisan lu, tinggal sering diasah aja :) gua yakin dalam waktu singkat tulisan lu jadi renyah dibaca :D
    Gua jadi menambah pengetahuan dengan membaca tulisan lu
    Terkahir, gua tunggu aksi lu untuk mengetahui kedalaman kolam dengan menceburkan diri secara langsung, gua mau tau nih kedalaman danau di fakultas gua sedalam apa ya Dat?

    BalasHapus
  2. Asem ig, gua koment mesti ngetik kode dulu baru mau di publish, blog lu pikir gua robot!
    -.- perasaan koment gua manusiawi kali

    BalasHapus
  3. wahh mas sadad keren sudah berani memulai, ya, tapi ini hlo mas, dirimu kan lahirnya 9 july jadi zodiakmu bukan leo tapi cancer :P dan satu lagi, di tulisan itu kau bilang 'saya' dan 'aku' untuk menjelaskan itu dirimu, itu aneh aja rasane hehehe tapi secara keseluruhan sihh kereen :)

    BalasHapus