Selasa, 26 November 2013


Resensi novel international bestseller BLISS(Menanti Senyum Tuhan di Sudut Istanbul)

Judul               : BLISS (Menanti Senyum Tuhan di Sudut Istanbul)
Pengarang       : O.Z.Livaneli
Penerbit           : Bentang, Yogyakarta
Cetakan           : Pertama, Mei 2009
Tebal Buku      : X+486 halaman
ISBN               : 978-979-1227-59-9



Meryem sama sekali tidak menduga cara Tuhan mengantarkannya ketempat dimana semua orang di desanya memimpikan untuk bisa mengunjunginya. Ya Istanbul, kota pertemuan antara dua benua Eropa dan Asia itu mempunyai segudang panorama yang menjadi destinasi impian bagi Meryem maupun warga desa yang hidup di sekitar danau Van. Meryem yang merupakan gadis polos yang hidup di desa kecil jauh dari hingar bingar gemerlapnya lampu perkotaan mengalami suatu tragedi fatal yang itu sama sekali tidak bisa dibenarkan oleh adat-istiadat desanya. Di saat remaja bukanlah kenangan indah maupun kasih sayang yang ia dapatkan, perlakuan kasar dan tidak senonoh yang ia terima dan itulah yang mengakibatkan kehormatannya di cabik-cabik oleh seorang yang mengaku dirinya sebagai pemuka agama yang taat akan titah-titah Tuhan.
Lengkap sudah penderitaan gadis malang tersebut, seluruh desa dan bahkan keluarganya menganggap semua itu merupakan aib yang tidak akan pernah bisa hilang kecuali dengan pembunuhan. Atas dasar adat-istiadat pembunuhan seperti itu dijadikan suatu pembenaran untuk melakukan suatu tindakan yang saat ini benar-benar dilarangi oleh HAM.  Di sisi lain muncul tokoh yang akan membawa Meryem ketempat yang sebelumnya hanya bisa ia bayangkan. Cemal, laki-laki yang dulunya merupakan sahabat bermain Meryem waktu kecil itu akan membawa Meryem ke Istanbul. Namun  Cemal mempunyai misi tersembunyi di balik tugasnya untuk membawa Meryem ke Istanbul. Dialah yang ditugasi oleh keluarganya untuk melenyapkan Meryem dari muka bumi ini, sekaligus menghilangkan aib dari keluarganya.
Tokoh ketiga dalam novel Bliss ini ialah Prof.Irfan Kurudal. Ia merupakan dosen disalah satu universitas di Istanbul. Kehidupannya mewah dan dia telah beristri seorang perempuan kaya dari kota tersebut. Namun itu semua tidak lantas membuat kehidupan sang professor tenang dan nyaman, justru ia merasa hidupnya hampa dan datar. Jiwanya bergejolak dan memberontak yang pada akhirnya  membuat dirinya melakukan suatu perjalanan untuk menemukan kembali bagian dirinya yang hilang. Istri, harta, dan jabatan ia tinggalkan demi perjalanannya itu.
Tanpa diduga ketiga tokoh ini bertemu, sang professor kagum akan keluguan dan kegeniusan dari Meryem. Dilain pihak Cemal tidak berhasil melaksanakan tugas dari keluarganya dan dia tidak suka sikap yang diperlihatkan sang professor kepada Meryem. Masalah semakin pelik ketika Irfan Kurudal mengetahui niat busuk dari Cemal.
Seperti apa nasib Meryem selanjutnya, apakah Cemal akan kembali membulatkan tekadnya untuk membunuh Meryem, dan bagaimana dengan perjalanan sang professor yang tanpa diduga bertemu dengan dua orang dari desa itu. Apakah berhasil niat dari sang professor untuk melindungi Meryem dari niat busuk Cemmal  ? baca selengkapnya novel karangan O.Z.Livanelli ini yang berjudul  BLISS menanti senyuman Tuhan di sudut Istanbul.
Novel karangan O.Z.Livanelli ini lebih mengedepankan konflik batin diantara tokohnya, sedikit membingungkan karena kita akan dibawa kealam pikiran para tokohnya. Bahkan untuk endingnyapun kurang bisa membuat penasaran para pembacanya. Karena sekali lagi konflik yang ditonjolkan dalam novel ini adalah konflik batin, jadi jangan berharap anda akan disuguhi tema maupun jalan cerita seperti novel-novel karangan para penulis Idonesia. Namun keberanian dari sang penulis untuk mengangkat isu-isu budaya di negaranya itu patut diacungi jempol. Bagaimana pembunuhan atas dasar adat-istiadat dibenarkan disebagian wilayah di Turki berani penulis angkat menjadi bumbu-bumbu tersendiri dalam novel ini. Pembaca akan benar-benar diajak menyelami negara Turki dari sudut pandang yang lain. Potret negara Turki yang indah dengan selat Bosporusnya yang melegenda akan ditabrakkan dengan salah satu isu-isu budaya yang ada di beberapa bagian wilayah negara tersebut. Perempuan yang yang belum sepenuhnya mendapatkan haknya dinegara tersebut akan diulas dengan begitu gamblang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar