Rabu, 06 November 2013


ASialan kepo banget




Gelombang penentangan terhadap tindakan spionase yang dilakuukan Negara Paman Sam semakin meluas ke mana-mana, setelah kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan sikap ketidak sukaannya terhadap tindakan Intelejen Amerika yang diduga kuat telah menyadap telepon seluler miliknya, kini giliran presiden Indonesia bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ikut-ikutan geram dengan tindakan Negara adidaya tersebut. Pasalnya menurut harian Australia Sydney Morning Herald tanggal 31 Oktober 2013 mengungkap adanya alat penyadap di kantor kedutaan Australia yang ada di Jakarta. Itu jelas melangggar etika hubungan baik antar Negara, ditambah lagi penyadapan terhadap kepala Negara RI  bukan hanya kali ini saja, sebelumnya pada pertemuan G-20 tahun 2009 di London di ketahui bahwa pak SBY juga disadap oleh agen intelejen Inggris.
Sangat tidak berdab sekali cara yang dilakuakn oleh Negara-negara sahabat AS semacam Inggris dan Australia itu dalam hal mendapatkan informasi . Ada cara yang lebih etis yang bisa di tempuh oleh Negara-egara tersebut untuk mendapatkan informasai, semisal dengan diplomasi ataupun dengan komunikasi secara langsung. Namun pada kenyatannya cara-cara yang norak itulah yang akhirnya dipergunakan. Alhasil kecaman dari berbagai Negara menghujani negeri adi daya tersebut.
Memang diperlukan suatu tindakan yang konkrit dari semua negara di dunia untuk menghentikan kegiatan kepo ala Amerika dan antek-anteknya, sebab tidak hanya para pemimpin dunia saja yang menjadi korban kekepoan Amerika, menurut mantan anggota NSA Edward Snowden, kegiatan kepo ini juga menyasar aktifitas masyarakat global. Jadi  sangat jelas sekali kalau kegiatan intelejen USA itu sudah terlalu jauh. Masyarakat internasional harus berani bersama-sama mengecam tindakan kepo itu, dengan hal tersebut dipastikan Amerika akan kapok untuk melakukan tindakan kepo.
PBB sebagai organisasi tingkat dunia diharapkan mampu membuat suatu peraturan yang lebih ketat lagi sehubungan dengan IT, karena jangan sampai percakapan setingkat presiden bisa dikepoi oleh Amerika, ini jelas-jelas akan menimbulkan sikap saling tidak percaya di antara pemimpin dunia, terkhusus kepada negara Paman sam dan sekutu-sekutunya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar